Jumat, 04 November 2016

tema



Segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya untuk kesejahteraa dan kepentingan manusia. Tuhan yang kasih sayangnya tidak terhingga, Tuhan yang kekuasaan-Nya tiada yang menandinginya, Tuhan yang maha tinggi dan maha mulya. Hanya kepada-Nya kita menyembah da berserah diri, dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.
Sholawat serta salam tak lupa kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, Nabi yang berakhlak Al-Qur’an dan yang maksum dari segala dosa.
Saya ucapkan terima kasih kepada pembawa acara yang telah memberi saya kesempatan untuk menyampaikan pidato pada kesempatan ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan sebuah judul : PEMUDA HARAPAN
Saudara-saudara yang dirohmati Alloh :
Alloh berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk seluruh manusia, menyuruh kepada yang baik dan mencegah kepada yang mungkar dan beriman kepada Alloh” (QS. Ali Imron : 11)
Dalam ayat tersebut, umat Islam merupakan umat yang terbaik penciptaannya. Umat yang memiliki keunggulan dibanding umat lainnya. Umat Islam ditakdirkan memiliki keunggulan dalam kaitanya sebagai kholifah dimuka bumi. Akan tetapi kondisi umat islam saat ini belum menunjukan keunggulan yang sebenarnya. Seandainya kita bersikap jujur dan merenungkan kembali kondisi umat Islam saat ini. Kemerosotan da kemunduran umat islam dikarenakan sikap umat islam tahap demi tahap telah meninggalkan taulada dari pribadi yang mulia, Nabiyulloh Muhammad SAW.
Faktor inilah yang menjadikan umat islam kehilangan potensi dan keunggulan. Potensi ilmu pengetahuan yang bersumber dari Al-Qur’an merupakan bukti nyata, akan tetapi kita justeru cenderung meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan menjadikan tren hedonisme sebagai tuntunan kehidupan kita.
Sebagai pemuda yang akan memegang nasib umat dimas mendatang, kita seharusnya mulai menyadari dan mengadakan perubahan mulai sekarang. Kita seharusnya tidak mengikuti meniru pola kehidupan pemuda pemudi yang lebih mengidolakan artis daripada ulama. Kita lebih mengenal lagu-lagu yang tidak mendidik daro pada fatwa-fatwa ulama, hadist-hadist nabi bahkan kandungan Al-Qur’an. Pergaulan pemuda-pemudi sudah begitu bebas, mereka bergaul dengan pergaulan ala barat, dan meninggalkan pergaulan ala timur yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
Sebagai pemuda yang berperan ditengah umat dimasa datang, Kita harus mampu dan memiliki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar